Definisi dan Fungsi BIOS
Unknown
05.07
0
Dalam pelaksanaan instalasi sistem operasi tidak akan terlepas dari melakukan setting BIOS. Seorang teknisi harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang BIOS beserta cara settingnya. Pengetahuan ini diperlukan terutama dalam rangka mengatur pembacaan urutan boot dari BIOS untuk komputer. Pada dasarnya pembacaan media penyimpanan oleh BIOS akan diurutkan. Seorang teknisi harus melakukan setting first boot pada media yang digunakan untuk membaca master sistem operasi agar sistem operasi terinstall dengan baik.
Pada artikel ini akan membahas definisi, fungsi dan sejarah BIOS. Meskipun hanya terjemahan dari wikipedia, namun isinya cukup untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan BIOS sehingga kedepannya pengetahuan ini dapat bermanfaat terutama sebelum mereka menambah pengetahuan tentang cara menginstall sistem operasi karena keterkaitannya.
Pada artikel ini akan membahas definisi, fungsi dan sejarah BIOS. Meskipun hanya terjemahan dari wikipedia, namun isinya cukup untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan BIOS sehingga kedepannya pengetahuan ini dapat bermanfaat terutama sebelum mereka menambah pengetahuan tentang cara menginstall sistem operasi karena keterkaitannya.
Definisi BIOS
Kepanjangan BIOS adalah Basic Input Output System. Nama lainnya adalah System BIOS, ROM BIOS atau PC BIOS. BIOS adalah firmware yang digunakan untuk menampilkan inisialisasi hardware pada saat proses booting dan menyediakan runtime service bagi sistem operasi dan program. Firmware BIOS yang dipasang di PC adalah perangkat lunak pertama yang berjalan ketika power dinyalakan. Nama BIOS sendiri pada awalnya berasal dari Basic Input/Output System yang digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah properti asli milik IBM PC. Selanjutnya BIOS dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan sistem yang kompatibel dan standar layanan interface bagi sebuah layanan sistem.
Tujuan dasar BIOS pada PC modern adalah untuk melakukan inisialisasi dan melakukan pengetesan pada komponen perangkat keras sistem, dan memanggil boot loader atau sebuah sistem operasi dari perangkat memori. BIOS juga menyediakan layer abstraksi bagi hardware yang digunakan oleh program aplikasi dan sistem operasi berinteraksi dengan keyboard, display dan parangkat input/output lainnya. MS DOS(PC DOS) menggunakan layer abstraksi ini untuk menjalankan disk, keyboard dan fungsi tampilan teks. Mulai Windosw NT, Linux dan sistem operasi dengan tipe protected mode sudah tidak menggunakan layer abstraksi ini. Setelah loading, sistem operasi ini akan mengakses komponen-komponen hardware secara langsung.
Sebagian besar BIOS didesain khusus agar berjalan pada model motherboard komputer tertentu, dengan memberi interface berbagai perangkat yang membuat chipset sistem komplementer(complementary system chipset). Sebenarnya firmware BIOS disimpan di chip ROM yang terpasang di motherboard, namun di sistem komputer modern, isi BIOS disimpan di flash memory agar dapat di tulis ulang tanpa melepas chip dari motherboard. Tujuannya agar firmware BIOS mudah diupdate, fitur-fitur baru dapat ditambahkan dan juga untuk memperbaiki bug, namun hal ini membuat kemungkinan komputer terinveksi BIOS rootkits.Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) didesain untuk menggantikan BIOS. Mulai tahun 2014, komputer-komputer buatan terbaru mulai menggunakan firmware UEFI.
Kepanjangan BIOS adalah Basic Input Output System. Nama lainnya adalah System BIOS, ROM BIOS atau PC BIOS. BIOS adalah firmware yang digunakan untuk menampilkan inisialisasi hardware pada saat proses booting dan menyediakan runtime service bagi sistem operasi dan program. Firmware BIOS yang dipasang di PC adalah perangkat lunak pertama yang berjalan ketika power dinyalakan. Nama BIOS sendiri pada awalnya berasal dari Basic Input/Output System yang digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah properti asli milik IBM PC. Selanjutnya BIOS dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan sistem yang kompatibel dan standar layanan interface bagi sebuah layanan sistem.
Tujuan dasar BIOS pada PC modern adalah untuk melakukan inisialisasi dan melakukan pengetesan pada komponen perangkat keras sistem, dan memanggil boot loader atau sebuah sistem operasi dari perangkat memori. BIOS juga menyediakan layer abstraksi bagi hardware yang digunakan oleh program aplikasi dan sistem operasi berinteraksi dengan keyboard, display dan parangkat input/output lainnya. MS DOS(PC DOS) menggunakan layer abstraksi ini untuk menjalankan disk, keyboard dan fungsi tampilan teks. Mulai Windosw NT, Linux dan sistem operasi dengan tipe protected mode sudah tidak menggunakan layer abstraksi ini. Setelah loading, sistem operasi ini akan mengakses komponen-komponen hardware secara langsung.
Sebagian besar BIOS didesain khusus agar berjalan pada model motherboard komputer tertentu, dengan memberi interface berbagai perangkat yang membuat chipset sistem komplementer(complementary system chipset). Sebenarnya firmware BIOS disimpan di chip ROM yang terpasang di motherboard, namun di sistem komputer modern, isi BIOS disimpan di flash memory agar dapat di tulis ulang tanpa melepas chip dari motherboard. Tujuannya agar firmware BIOS mudah diupdate, fitur-fitur baru dapat ditambahkan dan juga untuk memperbaiki bug, namun hal ini membuat kemungkinan komputer terinveksi BIOS rootkits.Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) didesain untuk menggantikan BIOS. Mulai tahun 2014, komputer-komputer buatan terbaru mulai menggunakan firmware UEFI.
Sejarah
Nama BIOS (Basic Input/Output System) dicetuskan oleh Gary Kildall, dan pertama kali digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah mesin khusus bagian dari CP/M yang dipanggil (loaded) selama berlangsungnya boot yang memberi antar muka secara langsung dengan perangkat keras(hardware). Mesin CP/M hanya mempunyai satu boot loader sederhana di ROM nya.
MS-DOS, PC DOS maupun DR-DOS terdiri dari beberapa file diantaranya "IO.SYS", "IBMBIO.COM", "IBMBIO.SYS", atau "DRBIOS.SYS". File ini disebut sebagai "DOS BIOS" (atau juga disebut sebagai "DOS I/O System") dan terdiri dari level terendah (lower level) bagian khusus perangkat keras dari sistem operasi.
Bersama dengan diperkenalkannya mesin PS/2, IBM membagi BIOS sistem menjadi real mode portion dan protected mode portion. Real mode portion ditujukan untuk menyediakan backward compability dengan sistem operasi yang sudah ada seperti DOS, selanjutnya diberi nama "CBIOS" (Compability BIOS), sedangkan "ABIOS" (Advanced BIOS) menyediakan interface baru yang khusus sejalan dengan sistem operasi multitasking seperti OS/2.
Dimana BIOS firmware berada.
Pada awalnya BIOS yang ada di BIOS IBM PC diprogram menyatu dengan ROM yang dipasang di motherboard. ROM ini dapat dilepas oleh penggunanya. Selanjutnya agar mudah diprogram ulang maka BIOS dipasang di EPROM(Erasable Programbable ROM) kemudian dengan alasan ekonomis dan kemudahan dalam pemrograman maka BIOS dipasang di EEPROM (Electrical Erasable Programable ROM)
Nama BIOS (Basic Input/Output System) dicetuskan oleh Gary Kildall, dan pertama kali digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah mesin khusus bagian dari CP/M yang dipanggil (loaded) selama berlangsungnya boot yang memberi antar muka secara langsung dengan perangkat keras(hardware). Mesin CP/M hanya mempunyai satu boot loader sederhana di ROM nya.
MS-DOS, PC DOS maupun DR-DOS terdiri dari beberapa file diantaranya "IO.SYS", "IBMBIO.COM", "IBMBIO.SYS", atau "DRBIOS.SYS". File ini disebut sebagai "DOS BIOS" (atau juga disebut sebagai "DOS I/O System") dan terdiri dari level terendah (lower level) bagian khusus perangkat keras dari sistem operasi.
Bersama dengan diperkenalkannya mesin PS/2, IBM membagi BIOS sistem menjadi real mode portion dan protected mode portion. Real mode portion ditujukan untuk menyediakan backward compability dengan sistem operasi yang sudah ada seperti DOS, selanjutnya diberi nama "CBIOS" (Compability BIOS), sedangkan "ABIOS" (Advanced BIOS) menyediakan interface baru yang khusus sejalan dengan sistem operasi multitasking seperti OS/2.
Dimana BIOS firmware berada.
Pada awalnya BIOS yang ada di BIOS IBM PC diprogram menyatu dengan ROM yang dipasang di motherboard. ROM ini dapat dilepas oleh penggunanya. Selanjutnya agar mudah diprogram ulang maka BIOS dipasang di EPROM(Erasable Programbable ROM) kemudian dengan alasan ekonomis dan kemudahan dalam pemrograman maka BIOS dipasang di EEPROM (Electrical Erasable Programable ROM)
Setup Utility
Pada awalnya BIOS di IBM PC dan XT tidak mempunyai built-in user interface, ini artinya BIOS bukanlah software yang dapat dikonfigurasi, pengguna dapat melakukannya melalui DIP switcher yang berada di motherboard. Selanjutnya komputer-komputer dipasangi Memori Bios non volatile berbaterai(battery-backed nonvolatile BIOS memori) atau disebut juga CMOS RAM Chip yang mengendalikan setingan BIOS. Setting-setting seperti tipe video adapter, ukuran memori, parameter hard disk, dapat dikonfigurasi dengan menjalankan program konfigurasi dari disket (disket tidak terpasang di ROM). Sebuah disket yang disebut "reference diskette" dimasukkan ke IBM AT untuk mengatur settingan ukuran memori.
BIOS versi awal tidak memiliki password maupun pilihan seleksi perangkat boot. BIOS dikodekan langsung dengan pilihan seleksi pertama perangkat boot adalah floppy disk, jika tak ada floppy disk akan menuju ke harddisk pertama.
Selanjutnya komputer generasi 386 mulai menggunakan BIOS setup utility didalam ROM. Jika pada saat booting kita menekan sebuah tombol atau kombinasi beberapa tombol maka akan masuk ke BIOS setup utility, jika tidak menekan tombol maka BIOS akan melakukan POST selanjutnya melakukan booting.
BIOS Setup utility modern memiliki user interface berbasis menu. Untuk masuk ke BIOS setup kita harus menekan tombol tertentu. Biasanya akan ada pemberitahuan pada saat booting untuk masuk ke BIOS setup, contohnya akan ada tulisan "Press F1 to enter CMOS setup". Tombol mana yang harus ditekan tergantung dari hardware yang digunakan. Fitur yang ada dalam BIOS setup antara lain :
Sumber referensi:Pada awalnya BIOS di IBM PC dan XT tidak mempunyai built-in user interface, ini artinya BIOS bukanlah software yang dapat dikonfigurasi, pengguna dapat melakukannya melalui DIP switcher yang berada di motherboard. Selanjutnya komputer-komputer dipasangi Memori Bios non volatile berbaterai(battery-backed nonvolatile BIOS memori) atau disebut juga CMOS RAM Chip yang mengendalikan setingan BIOS. Setting-setting seperti tipe video adapter, ukuran memori, parameter hard disk, dapat dikonfigurasi dengan menjalankan program konfigurasi dari disket (disket tidak terpasang di ROM). Sebuah disket yang disebut "reference diskette" dimasukkan ke IBM AT untuk mengatur settingan ukuran memori.
BIOS versi awal tidak memiliki password maupun pilihan seleksi perangkat boot. BIOS dikodekan langsung dengan pilihan seleksi pertama perangkat boot adalah floppy disk, jika tak ada floppy disk akan menuju ke harddisk pertama.
Selanjutnya komputer generasi 386 mulai menggunakan BIOS setup utility didalam ROM. Jika pada saat booting kita menekan sebuah tombol atau kombinasi beberapa tombol maka akan masuk ke BIOS setup utility, jika tidak menekan tombol maka BIOS akan melakukan POST selanjutnya melakukan booting.
BIOS Setup utility modern memiliki user interface berbasis menu. Untuk masuk ke BIOS setup kita harus menekan tombol tertentu. Biasanya akan ada pemberitahuan pada saat booting untuk masuk ke BIOS setup, contohnya akan ada tulisan "Press F1 to enter CMOS setup". Tombol mana yang harus ditekan tergantung dari hardware yang digunakan. Fitur yang ada dalam BIOS setup antara lain :
- Melakukan konfigurasi komponen hardware, melakukan setting macam mode operasi dan frekuensinya (contohnya menyeleksi bagaimana storage controllers tampil di sistem operasi, atau overclocking CPU)
- Mengatur jam (system clock)
- mengenabel maupun disabel komponen sistem
- mengatur urutan boot perangkat penyimpanan.
- Mengeset bermacam-macam password, seperti password BIOS, password untuk booting, password untuk harddisk agar harddisk tidak bisa digunakan di komputer lain.
- American Megatrends (AMI),
- Insyde Software,
- Phoenix Technologies
- Byosoft.
- Award Software
- Phoenix Technologies
https://en.wikipedia.org/wiki/BIOS



Tidak ada komentar