Combined Post
Mag Posts
Combined Posts 2
Mag Post 2
2 Column Post
Simple Post
Simple Post 2
New Carousel
Video Posts
Beberapa waktu yang lalu punya film tapi belum ada subtittle-nya. Akhirnya meluncur ke www.subscene.com untuk mencari subtittlenya. Ketemu sudah, tapi cari dan cari ternyata yang berformat bahasa Indonesia nggak ada. Akhirnya download yang berbahasa Inggris.
Setelah dicoba untuk memutar filmnya ternyata cocog. Langkah berikutnya menterjemahkan subtittle bersangkutan ke dalam bahasa Indonesia. Aku coba menggunakan Aegisub ternyata sulit, karena harus membaca dan menterjemahkan satu per satu. Sedangkan kalo pakai google translate sebenarnya bisa, cuma kalo dipastekan ke notpad waktu diputar subtittlenya tidak keluar. Akhirnya aku gunakan notepad sama indopreter. Notepad untuk membuka subtittlenya, sedangkan indopreter untuk menterjemahkan. Dan terbukti subtittle tetap keluar bersama dengan filmnya.
Berikut ini langkah-langkahnya.1. Buka Indopreter
2. Buka subtittle film dengan menggunakan Notepad.
3. Select semua teks diNotepad (dengan ctrl+A) lalu copy (ctrl + C)
4. Pastekan hasil copy dari Notepad ke Indopreter.
5. Klik Translate English > Indonesia lalu biarkan Indopreter mulai menterjemahkan bahasa Inggris ke Indonesia
6.Select semua hasil terjemahan lalu copy
7. Buka kembali Notepad subtittle, seleksi semua teks dengan ctrl + A, kemudian tekan ctrl + V untuk mempastekan hasil terjemahan Indopreter ke Notepad.
8. Simpan subtittle di Notepad.
Setelah selesai maka subtittle hasil terjemahan dapat digunakan. Karena terjemahan dari Indopreter kurang bagus, jadi memang perlu di edit dulu agar bahasanya mudah di mengerti.
Selamat Mencoba.
Artikel berikut ini tentang POST dan sangat berkaitan dengan proses booting yang dilakukan oleh BIOS. Proses POST juga berfungsi sebagai panduan bagi teknisi ketika melakukan troubleshooting komputer. Namun demikian artikel ini ditujukan untuk pelajaran Sistem Operasi di Kurikulum 2013.
Artikel ini merupakan terjemahan bebas dari wikipedia.com. Harapan saya meskipun hanya sebagian kecil materi mempelajari POST setidaknya siswa mendapatkan materi yang berkualitas. Kita mulai artikel ini dengan definisi POST.
Definisi POST
POST adalah kependekan dari Power-on self-test yaitu proses yang dilakukan oleh firmware atau software yang secara rutin dilakukan segera setelah komputer maupun peralatan elektronik digital lainnya dinyalakan. Meskipun umumnya POST berkaitan dengan komputer namun sistem embeded yang lain seperti penerbangan, elektronika atau perangkat medis juga melakukan self-test (pengetesan diri sendiri) secara rutin yang secara otomatis dilakukan setelah daya dinyalakan (power on).
Hasil pengetesan oleh POST bisa ditampilkan melalui panel perangkatnya, perangkat keluaran eksternal, atau disimpan untuk dikemudian hari diperbaiki dengan perangkat diagnostik. Saat melakukan self test tidak menemukan perangkat display untuk menampilkan hasil post maka proses post ditampilkan melalui lampu indikator berupa serangkaian lampu kedap-kedip (flash) atau speaker berupa suara beep tertentu.
Dalam komputer, rutinitas POST adalah bagian dari urutan pra booting perangkat-perangkat ( device's pre-boot sequence) yang akan berakhir pada saat kode bootstrap loader meminta memanggil sistem operasi.
POST pada IBM-PC
Di komputer IBM PC Compatible, tugas utama POST dikendalikan oleh BIOS. Tugas utama BIOS ini adalah :
1.Memeriksa Register-register CPU
2.Memeriksa keberadaan kode BIOS itu sendiri
3. Memeriksa komponen-komponen dasar seperti DMA, timer, interrupt controller.
4. Mencari, mengukur dan memeriksa memori utama sistem.
5. Menginisialisasi BIOS.
6. Melewatkan kontrol ke BIOS-BIOS ekstensi khusus yang lain (jika terinstal)
7. Mengidentifikasi, mengorganisir dan menyeleksi perangkat yang tersedia untuk booting.
Fungsi-fungsi diatas dilakukan oleh POST disemua BIOS versi awal. Pada versi BIOS berikutnya POST mendapatkan fungsi tambahan yaitu :
8. Mencari, menginisialisasi dan membuat katalog semua sistem bus dan perangkat.
9. Menyediakan user interface untuk konfigurasi sistem.
10. Membangun system environtment sesuai target yang diminta sistem operasi.
Diawal-awal BIOS, POST tidak mengorganisir atau menyeleksi perangkat-perangkat boot. Yang dilakukan hanya mengidentifikasi floppy dan hard disk dimana sistem akan melakukan boot dari sana.
BIOS memulai POST ketika CPU reset. Memori pertama yang berada di CPU berusaha untuk mengeksekusi yang dikenal dengan reset vector. Dalam peristiwa Hard Reboot, motherboard pada sisi northbridge akan mengarahkan fetch code ke BIOS yang berada di system flash memory. Pada Warm Boot, BIOS akan ditempatkan ditempat tertentu di RAM dan northbridge akan mengarahkan panggilan reset vector(reset vector call) ke RAM. ( di awal-awal sistem PC, sebelum ada standard chipset, BIOS ROM akan ditempatkan di jangkauan alamat (address range) termasuk reset vector, dan BIOS secara langsung keluar dari ROM. Karena hal inilah kenapa ROM BIOS motherboard berada di segmen F000 di peta memori konvensional.
Mulai dari permulaan BIOS sampai dengan era milenium, POST akan selalu melakukan tes ke seluruh perangkat, termasuk semua tes memori.
Pelaporan progress dan error
IBM BIOS pertama kali membuat informasi diagnosa POST tampil melalui keluaran angka ke port I/O 80. Keadaan progress dan kode error dibangkitkan, jika ada kegagalan dalam membangkitkan kode maka kode terakhir yang keluar menjadi acuan untuk mendiagnosa permasalahan. Alat yang digunakan untuk membangkitkan progress dan kode error adalah logic analyzer atau dedicated POST card, sebuah interface
card yang menampilkan keluaran port 80 ke tampilan kecil, dengan alat ini seorang teknisi dapat menentukan masalah sesungguhnya.
![]() |
| BIOS POST card untuk bus ISA |
![]() |
| Professional BIOS POST card untuk bus PCI |
![]() |
| BIOS POST card untuk bus PCI |
![]() |
| Loudspeaker untuk kode beep |
Berikut ini pabrikan BIOS beserta kode beep error yang diberikannya :
Kode Beep AMI
Kode Beep AWARD
Kode Beep DELL
Kode Beep IBM
Kode Beep Macintosh
Sumber Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Power-on_self-test
http://www.computerhope.com/beep.html
Jika kita menggunakan blog dengan terdapat menu maupun sub menu didalamnya, misalnya drop down menu. Maka kita akan menghubungkan label postingan kita ke arah dimana menu berada. Berikut ini adalah cara untuk memberi label postingan dan menghubungkannya dengan menu :
- Buka blogger lalu masuk ke Edit Template
- Cari dimana menu maupun drop down menu berada
- Buka notepad ketikkan (alamat blog)/search/label/(nama menu) disini contohnya blog saya di menu Uncategories.
- Copy lalu pastekan ke tanda pagar
- Simpan template
Demikian cara membuat label di blogger .
Dalam pelaksanaan instalasi sistem operasi tidak akan terlepas dari melakukan setting BIOS. Seorang teknisi harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang BIOS beserta cara settingnya. Pengetahuan ini diperlukan terutama dalam rangka mengatur pembacaan urutan boot dari BIOS untuk komputer. Pada dasarnya pembacaan media penyimpanan oleh BIOS akan diurutkan. Seorang teknisi harus melakukan setting first boot pada media yang digunakan untuk membaca master sistem operasi agar sistem operasi terinstall dengan baik.
Pada artikel ini akan membahas definisi, fungsi dan sejarah BIOS. Meskipun hanya terjemahan dari wikipedia, namun isinya cukup untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan BIOS sehingga kedepannya pengetahuan ini dapat bermanfaat terutama sebelum mereka menambah pengetahuan tentang cara menginstall sistem operasi karena keterkaitannya.
Pada artikel ini akan membahas definisi, fungsi dan sejarah BIOS. Meskipun hanya terjemahan dari wikipedia, namun isinya cukup untuk memberi pengetahuan kepada siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan BIOS sehingga kedepannya pengetahuan ini dapat bermanfaat terutama sebelum mereka menambah pengetahuan tentang cara menginstall sistem operasi karena keterkaitannya.
Definisi BIOS
Kepanjangan BIOS adalah Basic Input Output System. Nama lainnya adalah System BIOS, ROM BIOS atau PC BIOS. BIOS adalah firmware yang digunakan untuk menampilkan inisialisasi hardware pada saat proses booting dan menyediakan runtime service bagi sistem operasi dan program. Firmware BIOS yang dipasang di PC adalah perangkat lunak pertama yang berjalan ketika power dinyalakan. Nama BIOS sendiri pada awalnya berasal dari Basic Input/Output System yang digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah properti asli milik IBM PC. Selanjutnya BIOS dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan sistem yang kompatibel dan standar layanan interface bagi sebuah layanan sistem.
Tujuan dasar BIOS pada PC modern adalah untuk melakukan inisialisasi dan melakukan pengetesan pada komponen perangkat keras sistem, dan memanggil boot loader atau sebuah sistem operasi dari perangkat memori. BIOS juga menyediakan layer abstraksi bagi hardware yang digunakan oleh program aplikasi dan sistem operasi berinteraksi dengan keyboard, display dan parangkat input/output lainnya. MS DOS(PC DOS) menggunakan layer abstraksi ini untuk menjalankan disk, keyboard dan fungsi tampilan teks. Mulai Windosw NT, Linux dan sistem operasi dengan tipe protected mode sudah tidak menggunakan layer abstraksi ini. Setelah loading, sistem operasi ini akan mengakses komponen-komponen hardware secara langsung.
Sebagian besar BIOS didesain khusus agar berjalan pada model motherboard komputer tertentu, dengan memberi interface berbagai perangkat yang membuat chipset sistem komplementer(complementary system chipset). Sebenarnya firmware BIOS disimpan di chip ROM yang terpasang di motherboard, namun di sistem komputer modern, isi BIOS disimpan di flash memory agar dapat di tulis ulang tanpa melepas chip dari motherboard. Tujuannya agar firmware BIOS mudah diupdate, fitur-fitur baru dapat ditambahkan dan juga untuk memperbaiki bug, namun hal ini membuat kemungkinan komputer terinveksi BIOS rootkits.Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) didesain untuk menggantikan BIOS. Mulai tahun 2014, komputer-komputer buatan terbaru mulai menggunakan firmware UEFI.
Kepanjangan BIOS adalah Basic Input Output System. Nama lainnya adalah System BIOS, ROM BIOS atau PC BIOS. BIOS adalah firmware yang digunakan untuk menampilkan inisialisasi hardware pada saat proses booting dan menyediakan runtime service bagi sistem operasi dan program. Firmware BIOS yang dipasang di PC adalah perangkat lunak pertama yang berjalan ketika power dinyalakan. Nama BIOS sendiri pada awalnya berasal dari Basic Input/Output System yang digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah properti asli milik IBM PC. Selanjutnya BIOS dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan untuk menciptakan sistem yang kompatibel dan standar layanan interface bagi sebuah layanan sistem.
Tujuan dasar BIOS pada PC modern adalah untuk melakukan inisialisasi dan melakukan pengetesan pada komponen perangkat keras sistem, dan memanggil boot loader atau sebuah sistem operasi dari perangkat memori. BIOS juga menyediakan layer abstraksi bagi hardware yang digunakan oleh program aplikasi dan sistem operasi berinteraksi dengan keyboard, display dan parangkat input/output lainnya. MS DOS(PC DOS) menggunakan layer abstraksi ini untuk menjalankan disk, keyboard dan fungsi tampilan teks. Mulai Windosw NT, Linux dan sistem operasi dengan tipe protected mode sudah tidak menggunakan layer abstraksi ini. Setelah loading, sistem operasi ini akan mengakses komponen-komponen hardware secara langsung.
Sebagian besar BIOS didesain khusus agar berjalan pada model motherboard komputer tertentu, dengan memberi interface berbagai perangkat yang membuat chipset sistem komplementer(complementary system chipset). Sebenarnya firmware BIOS disimpan di chip ROM yang terpasang di motherboard, namun di sistem komputer modern, isi BIOS disimpan di flash memory agar dapat di tulis ulang tanpa melepas chip dari motherboard. Tujuannya agar firmware BIOS mudah diupdate, fitur-fitur baru dapat ditambahkan dan juga untuk memperbaiki bug, namun hal ini membuat kemungkinan komputer terinveksi BIOS rootkits.Unified Extensible Firmware Interface (UEFI) didesain untuk menggantikan BIOS. Mulai tahun 2014, komputer-komputer buatan terbaru mulai menggunakan firmware UEFI.
Sejarah
Nama BIOS (Basic Input/Output System) dicetuskan oleh Gary Kildall, dan pertama kali digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah mesin khusus bagian dari CP/M yang dipanggil (loaded) selama berlangsungnya boot yang memberi antar muka secara langsung dengan perangkat keras(hardware). Mesin CP/M hanya mempunyai satu boot loader sederhana di ROM nya.
MS-DOS, PC DOS maupun DR-DOS terdiri dari beberapa file diantaranya "IO.SYS", "IBMBIO.COM", "IBMBIO.SYS", atau "DRBIOS.SYS". File ini disebut sebagai "DOS BIOS" (atau juga disebut sebagai "DOS I/O System") dan terdiri dari level terendah (lower level) bagian khusus perangkat keras dari sistem operasi.
Bersama dengan diperkenalkannya mesin PS/2, IBM membagi BIOS sistem menjadi real mode portion dan protected mode portion. Real mode portion ditujukan untuk menyediakan backward compability dengan sistem operasi yang sudah ada seperti DOS, selanjutnya diberi nama "CBIOS" (Compability BIOS), sedangkan "ABIOS" (Advanced BIOS) menyediakan interface baru yang khusus sejalan dengan sistem operasi multitasking seperti OS/2.
Dimana BIOS firmware berada.
Pada awalnya BIOS yang ada di BIOS IBM PC diprogram menyatu dengan ROM yang dipasang di motherboard. ROM ini dapat dilepas oleh penggunanya. Selanjutnya agar mudah diprogram ulang maka BIOS dipasang di EPROM(Erasable Programbable ROM) kemudian dengan alasan ekonomis dan kemudahan dalam pemrograman maka BIOS dipasang di EEPROM (Electrical Erasable Programable ROM)
Nama BIOS (Basic Input/Output System) dicetuskan oleh Gary Kildall, dan pertama kali digunakan di sistem operasi CP/M pada tahun 1975. BIOS adalah mesin khusus bagian dari CP/M yang dipanggil (loaded) selama berlangsungnya boot yang memberi antar muka secara langsung dengan perangkat keras(hardware). Mesin CP/M hanya mempunyai satu boot loader sederhana di ROM nya.
MS-DOS, PC DOS maupun DR-DOS terdiri dari beberapa file diantaranya "IO.SYS", "IBMBIO.COM", "IBMBIO.SYS", atau "DRBIOS.SYS". File ini disebut sebagai "DOS BIOS" (atau juga disebut sebagai "DOS I/O System") dan terdiri dari level terendah (lower level) bagian khusus perangkat keras dari sistem operasi.
Bersama dengan diperkenalkannya mesin PS/2, IBM membagi BIOS sistem menjadi real mode portion dan protected mode portion. Real mode portion ditujukan untuk menyediakan backward compability dengan sistem operasi yang sudah ada seperti DOS, selanjutnya diberi nama "CBIOS" (Compability BIOS), sedangkan "ABIOS" (Advanced BIOS) menyediakan interface baru yang khusus sejalan dengan sistem operasi multitasking seperti OS/2.
Dimana BIOS firmware berada.
Pada awalnya BIOS yang ada di BIOS IBM PC diprogram menyatu dengan ROM yang dipasang di motherboard. ROM ini dapat dilepas oleh penggunanya. Selanjutnya agar mudah diprogram ulang maka BIOS dipasang di EPROM(Erasable Programbable ROM) kemudian dengan alasan ekonomis dan kemudahan dalam pemrograman maka BIOS dipasang di EEPROM (Electrical Erasable Programable ROM)
Setup Utility
Pada awalnya BIOS di IBM PC dan XT tidak mempunyai built-in user interface, ini artinya BIOS bukanlah software yang dapat dikonfigurasi, pengguna dapat melakukannya melalui DIP switcher yang berada di motherboard. Selanjutnya komputer-komputer dipasangi Memori Bios non volatile berbaterai(battery-backed nonvolatile BIOS memori) atau disebut juga CMOS RAM Chip yang mengendalikan setingan BIOS. Setting-setting seperti tipe video adapter, ukuran memori, parameter hard disk, dapat dikonfigurasi dengan menjalankan program konfigurasi dari disket (disket tidak terpasang di ROM). Sebuah disket yang disebut "reference diskette" dimasukkan ke IBM AT untuk mengatur settingan ukuran memori.
BIOS versi awal tidak memiliki password maupun pilihan seleksi perangkat boot. BIOS dikodekan langsung dengan pilihan seleksi pertama perangkat boot adalah floppy disk, jika tak ada floppy disk akan menuju ke harddisk pertama.
Selanjutnya komputer generasi 386 mulai menggunakan BIOS setup utility didalam ROM. Jika pada saat booting kita menekan sebuah tombol atau kombinasi beberapa tombol maka akan masuk ke BIOS setup utility, jika tidak menekan tombol maka BIOS akan melakukan POST selanjutnya melakukan booting.
BIOS Setup utility modern memiliki user interface berbasis menu. Untuk masuk ke BIOS setup kita harus menekan tombol tertentu. Biasanya akan ada pemberitahuan pada saat booting untuk masuk ke BIOS setup, contohnya akan ada tulisan "Press F1 to enter CMOS setup". Tombol mana yang harus ditekan tergantung dari hardware yang digunakan. Fitur yang ada dalam BIOS setup antara lain :
Sumber referensi:Pada awalnya BIOS di IBM PC dan XT tidak mempunyai built-in user interface, ini artinya BIOS bukanlah software yang dapat dikonfigurasi, pengguna dapat melakukannya melalui DIP switcher yang berada di motherboard. Selanjutnya komputer-komputer dipasangi Memori Bios non volatile berbaterai(battery-backed nonvolatile BIOS memori) atau disebut juga CMOS RAM Chip yang mengendalikan setingan BIOS. Setting-setting seperti tipe video adapter, ukuran memori, parameter hard disk, dapat dikonfigurasi dengan menjalankan program konfigurasi dari disket (disket tidak terpasang di ROM). Sebuah disket yang disebut "reference diskette" dimasukkan ke IBM AT untuk mengatur settingan ukuran memori.
BIOS versi awal tidak memiliki password maupun pilihan seleksi perangkat boot. BIOS dikodekan langsung dengan pilihan seleksi pertama perangkat boot adalah floppy disk, jika tak ada floppy disk akan menuju ke harddisk pertama.
Selanjutnya komputer generasi 386 mulai menggunakan BIOS setup utility didalam ROM. Jika pada saat booting kita menekan sebuah tombol atau kombinasi beberapa tombol maka akan masuk ke BIOS setup utility, jika tidak menekan tombol maka BIOS akan melakukan POST selanjutnya melakukan booting.
BIOS Setup utility modern memiliki user interface berbasis menu. Untuk masuk ke BIOS setup kita harus menekan tombol tertentu. Biasanya akan ada pemberitahuan pada saat booting untuk masuk ke BIOS setup, contohnya akan ada tulisan "Press F1 to enter CMOS setup". Tombol mana yang harus ditekan tergantung dari hardware yang digunakan. Fitur yang ada dalam BIOS setup antara lain :
- Melakukan konfigurasi komponen hardware, melakukan setting macam mode operasi dan frekuensinya (contohnya menyeleksi bagaimana storage controllers tampil di sistem operasi, atau overclocking CPU)
- Mengatur jam (system clock)
- mengenabel maupun disabel komponen sistem
- mengatur urutan boot perangkat penyimpanan.
- Mengeset bermacam-macam password, seperti password BIOS, password untuk booting, password untuk harddisk agar harddisk tidak bisa digunakan di komputer lain.
- American Megatrends (AMI),
- Insyde Software,
- Phoenix Technologies
- Byosoft.
- Award Software
- Phoenix Technologies
https://en.wikipedia.org/wiki/BIOS
Langganan:
Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Artikel berikut ini tentang POST dan sangat berkaitan dengan proses booting yang dilakukan oleh BIOS. Proses POST juga berfungsi sebagai...
-
Beberapa waktu yang lalu punya film tapi belum ada subtittle-nya. Akhirnya meluncur ke www.subscene.com untuk mencari subtittlenya. Ketemu ...
-
Jika kita menggunakan blog dengan terdapat menu maupun sub menu didalamnya, misalnya drop down menu. Maka kita akan menghubungkan label p...
-
Dalam pelaksanaan instalasi sistem operasi tidak akan terlepas dari melakukan setting BIOS. Seorang teknisi harus mempunyai pengetahuan y...
























Recent Comment